Langsung ke konten utama

Peninggalan mantan di bakar?


Begini ya gaes, aku akui mantan aku banyak. Kalo enggak salah ada sembilan. Dan dari kesembilan itu semuanya baik-baik sering ngasih ini itu meskipun aku enggak minta cuma kadang modus (Ngaku aja deh, kamu juga kan?).

Setelah putus ada beberapa yang ditarik lagi sama mas mantan mungkin mau dikasih ke pacar selanjutnya atau dijual lagi biar duitnya bisa ditabung, sebagian banyak lainya tetap dipasrahkan ke aku buat aku mainin. Soalnya meskipun segede gini aku masih suka banget mainan boneka, sering ku ajak ngobrol juga, kadang aku kelonin juga.

Tadi pagi si emak bilang begini, itu barang-barang mantan dibakarin aja Wil!. Maap ya emak, bukanya aku mau durhaka cuman menurut pikiranku ngebakar barang dari mantan itu enggak masuk akal. Gini deh, nyimpen barang dari mantan itukan bukan berarti masih memendam rasa atau ada niatan buat balikan apalagi seantero semesta juga tau kalo aku itu bisa move on dalam semalam, mungkin itu kelainan.
Justru disitulah aku menghargai pemberian seseorang.

Kita nggak pernah tau kan gimana dulu mas mantan itu susah payah ngumpulin duit sampe makan mie dan energen tiap hari cuma biar bisa ngebeliin kita boneka misal, ada juga yang cari kerja sambilan cuma buat beliin sebuket bunga misal, ada yang nggak jadi beli daleman cuma buat beliin kita sepatu misal.

Terus, kamu pernah nonton film toys story kan? Film yang benda benda itu sebenarnya hidup dan punya perasaan, kalo aku si meyakini itu. Kebayang nggak gimana perasaan si barang mantan itu pas dibakar tanpa alasan? Bayangin deh, coba km liat Boneka yang comel itu dibakar, sebagai perempuan seharusnya si enggak tega sama bonekanya, atau liat sepatu hils (tau ah tulisanya gimana) dibakar gitu aja, aku si nggak tega ngeliat harganya. Lagian kalo dibakar juga bakalan nambah-nambahin polusi.

Atau ada opsi lain, kalo kamu tipe cewek yang susah move on dan kalo liat sepatu dari mamas mantan inget mukanya terus mending, barang-barang itu kamu kasih ke temen atau ke orang lewat.

Atau sekarang kan ada tuh toko online yg khususon jualan barang second, dijual aja lumayan duitnya bisa di infakin 😏

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Kebaikan tak Melulu di balas Dengan Kebaikan yang Sama

Suatu sore ketika suami saya sedang menunggu teman, ia menggerutu bertanya, kenapa saya harus selalu menunggu, padahal saya selalu datang tepat waktu ketika punya janji, Ah! Menyebalkan! Gerutu yang pendek tapi, akan saya coba beri penerangan biar ia tidak terus-terusan tenggelam dalam pertanyaan yang sama setiap kali menunggu! Perlu kamu ketahui, Mas. mungkin, suatu kebaikan itu tidak selalu dibalas dengan kebaikan yang sama. Tuhan membalas kebaikan dengan kebaikan yang memang kita butuhkan, jangan-jangan kamu mendapatkan aku sebagai istrimu itu merupakan kebaikanmu menunggu teman selama ini. "Maksudnya?" Suami saya belum nyambung sama bahasan saya. Begitu saja kamu nggak mengerti! Begini, misal kamu membantu nenek-nenek membawakan bakul yang berat, besoknya dijalan kamu membawa belanjaan banyak lalu dompetmu hilang, kira-kira mana yang lebih kamu butuhkan? orang yg membantu membawakan belanjaanmu atau orang yang menemukan dan mengembalikan dompetmu? Sudah tak perlu d...

Perusahaan Future Penipu? ; Pengalamanku di Perusahaan Future

Ini pengalamanku bekerja di salah satu perusahaan future/pialang berjangka.  Minggu lalu, aku baru aja dapet panggilan interview dan kemarin aku udah mulai training di pt. Cent*al Cap*ta* Future (maap aku sensor takutnya bermasalah). Sebenernya sebelumnya aku udah searching ttg perusahaan tersebut,  dan hasilnya mayoritas mereka bilang perusahaan ini penipu. Oiya sebelumnya perusahaan future/pialang berjangka ini ada perusahaan yang menawarkan jasa ekonomi non bank,  seperti investasi atau saham. Awalnya aku melamar di bagian admin tapi aku dipindah ke PO (Portofolio officer) yang tugasnya adalah mengelola uang nasabah pakai forex atau kami disebut trader, jadi untung ruginya investor itu ada ditangan trader. Hari pertama aku training aku cemas sekaligus ingin tahu apa benar perusahaan ini penipu atau bukan. Training dari jam 9.30-15.00 dengan materi pengenalan aplikasi forex dan pengenalan ttg perusahaan. Hari pertama aku nggak mencium adanya penipuan, aku pun nggak d...

Cermin - Maneqin Dalam Toples

"Aku mau dia, ibu!" Kataku memaksa. Wanita dihadapanku yang kelihatan sepuluh tahun lebih muda diusia senjanya itu terenyak, menyandera bola mataku kuat-kuat. "Tidak." Katanya tegas. "Sudah ibu siapkan jodoh untukmu." "Kenapa? Bukankah katamu, seorang ibu akan bahagia jika mendapati anaknya bahagia juga? Berarti ibu bohong kepadaku, pembohong." Bentakku. "Alina!" Panggilan ibu menahanku yang hendak pergi dengan lelaki yang ku perjuangkan hidup mati di wajahnya. "Tidak akan pernah ada seorang ibu yg bahagia jika melihat anak semata wayangnya mencintai lelaki mainan seperti itu." Senyap. Hanya ada suara nafasku yang berkejaran. Semakin erat aku menggenggam lelaki yang kusebut-sebut kekasih. Pelan-pelan aku beranikan diri mencari perlindungan dari air mukanya. Namun, tetap saja dia hanya berdiri tanpa gerak, di dalam toples