Langsung ke konten utama

Cerita Momen Wisuda

Wisuda itu momen menyenangkan untuk mereka yg sudah kelelahan ngampus dan skripsi. Kalau perempuan, biasanya dia akan menjahit kebaya di tukang jahit  atau beli gamis baru di Rita Mall atau yang lebih irit sewa kebaya kece di salon masa kini, pokoknya kalau pas moment wisuda itu banyak bidadari yang berkeliaran di kampus.

Kehebohan belum cukup sampai disitu saja, sarjanawan dan wati juga membawa turut serta sanak saudara bahkan beberapa tetangga dekat untuk ikut rombongan carter mobil avanza sampe pick up dan minibus, setelah itu dirayakan dengan makan-makan di paketan sambelayah.

Suatu pemandangan yang biasa, tapi akan menjadi berbeda ketika kamu mungkin melihat saya wisuda, naik motor sendiri pakai kebaya dan yang menemani cuma bapak dan ibu boncengan pake motor tetangga. Ini mirip kaya mau ngambil rapor, cuma ngambil rapornya ini sekalian karnaval jadi agak menor. Haha!!
Kalau ditanya perasaan saya saat itu, saya lebih merasa sedih daripada bahagia. Sedih karena saya akan meninggalkan zona nyaman, yang paling berat aku akan makin jarang liat wajah laki-laki yang sering kupandangi diam-diam dikelas itu, tentunya tak ada jg uang saku rutin, lalu diluar akan selalu ditanya kapan kerja, Kalo enggak kerja akan jd bahan gunjingan abadi. Ah!! Itu kerjaan emak-emak tetangga yang ngegemesin kepengin di cokot!!

Selesai acara, orang tua saya langsung pulang duluan, saya menunggu dipinggiran air mancur duduk sambil ngeliatin kerumunan wisudawan-wati di kasih bunga dan boneka, berharap ada yg ngasih tapi enggak juga. Aku kesepian, meskipun sepi itu rasanya sudah terlalu biasa tapi ini sepinya bertambah karena melihat laki-laki yang aku suka sejak awal kuliah itu ternyata sedang memasang muka sendu juga, sepertinya sendu atau memang mukanya begitu. ya begitulah, laki-laki itu memang selalu membuatku bertanya-tanya akan isi hatinya. Ada dua tangkai bunga ditanganya entah dari atau untuk siapa.

Meskipun aku sudah mendapat sebuket bunga mawar dari pacarku, tapi Aku tetap sengaja mencuri ruang didekatnya setidaknya berusaha mencuri perhatian agar dia merasakan keberadaanku, siapa tau dengan melihatku dia akan memberiku satu bunga, tapi lagi-lagi kenyataan yang ku mau hanyalah dongeng. Aku tahu, tidaklah pantas perempuan yang sudah dipacari mendambakan orang lain tapi, kalau Tuhan sudah menghendaki aku bisa apa? Lagiyan aku yakin mendambakan orang lain itu bukan perbuatan dosa.

Aku memperhatikan dia beberapa waktu dan seperti yang ku duga pandanganya sedang menanti seseorang yang ingin dia lihat; wanita yang ia suka.

#Cintadiamdiam #AkuSukaKamutapiKamuEnggak #LakiLakidalamlamunan #Lakilaki #wisuda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Kebaikan tak Melulu di balas Dengan Kebaikan yang Sama

Suatu sore ketika suami saya sedang menunggu teman, ia menggerutu bertanya, kenapa saya harus selalu menunggu, padahal saya selalu datang tepat waktu ketika punya janji, Ah! Menyebalkan! Gerutu yang pendek tapi, akan saya coba beri penerangan biar ia tidak terus-terusan tenggelam dalam pertanyaan yang sama setiap kali menunggu! Perlu kamu ketahui, Mas. mungkin, suatu kebaikan itu tidak selalu dibalas dengan kebaikan yang sama. Tuhan membalas kebaikan dengan kebaikan yang memang kita butuhkan, jangan-jangan kamu mendapatkan aku sebagai istrimu itu merupakan kebaikanmu menunggu teman selama ini. "Maksudnya?" Suami saya belum nyambung sama bahasan saya. Begitu saja kamu nggak mengerti! Begini, misal kamu membantu nenek-nenek membawakan bakul yang berat, besoknya dijalan kamu membawa belanjaan banyak lalu dompetmu hilang, kira-kira mana yang lebih kamu butuhkan? orang yg membantu membawakan belanjaanmu atau orang yang menemukan dan mengembalikan dompetmu? Sudah tak perlu d...

Perusahaan Future Penipu? ; Pengalamanku di Perusahaan Future

Ini pengalamanku bekerja di salah satu perusahaan future/pialang berjangka.  Minggu lalu, aku baru aja dapet panggilan interview dan kemarin aku udah mulai training di pt. Cent*al Cap*ta* Future (maap aku sensor takutnya bermasalah). Sebenernya sebelumnya aku udah searching ttg perusahaan tersebut,  dan hasilnya mayoritas mereka bilang perusahaan ini penipu. Oiya sebelumnya perusahaan future/pialang berjangka ini ada perusahaan yang menawarkan jasa ekonomi non bank,  seperti investasi atau saham. Awalnya aku melamar di bagian admin tapi aku dipindah ke PO (Portofolio officer) yang tugasnya adalah mengelola uang nasabah pakai forex atau kami disebut trader, jadi untung ruginya investor itu ada ditangan trader. Hari pertama aku training aku cemas sekaligus ingin tahu apa benar perusahaan ini penipu atau bukan. Training dari jam 9.30-15.00 dengan materi pengenalan aplikasi forex dan pengenalan ttg perusahaan. Hari pertama aku nggak mencium adanya penipuan, aku pun nggak d...

Cermin - Maneqin Dalam Toples

"Aku mau dia, ibu!" Kataku memaksa. Wanita dihadapanku yang kelihatan sepuluh tahun lebih muda diusia senjanya itu terenyak, menyandera bola mataku kuat-kuat. "Tidak." Katanya tegas. "Sudah ibu siapkan jodoh untukmu." "Kenapa? Bukankah katamu, seorang ibu akan bahagia jika mendapati anaknya bahagia juga? Berarti ibu bohong kepadaku, pembohong." Bentakku. "Alina!" Panggilan ibu menahanku yang hendak pergi dengan lelaki yang ku perjuangkan hidup mati di wajahnya. "Tidak akan pernah ada seorang ibu yg bahagia jika melihat anak semata wayangnya mencintai lelaki mainan seperti itu." Senyap. Hanya ada suara nafasku yang berkejaran. Semakin erat aku menggenggam lelaki yang kusebut-sebut kekasih. Pelan-pelan aku beranikan diri mencari perlindungan dari air mukanya. Namun, tetap saja dia hanya berdiri tanpa gerak, di dalam toples