Langsung ke konten utama

Hal yang Sering dilupakan Ketika akan Menerima Cinta Seseorang

Aku ngerti gimana rasanya kalau lagi jatuh cinta, bahagianya kaya lagi di surga. Semua-semua yang mau dilakuin jadi keliatan menyenangkan, apalagi kalau ternyata cinta yang kamu rasain saat ini ternyata terbalaskan. *uhh! aku yakin kamu akan langsung bilang "Iya Mau" sambil mantuk-mantuk malu-malu dan memandanginya penuh pesona :-/ *udahpahambangetaku.

Pada situasi seperti ini kamu harus mampu mengendalikan diri, ada orang bijak bilang kalau hati sedang meletup-letup janganlah kamu mengambil keputusan, soalnya keputusan yang diambil bisa-bisa cuma karena emosi belaka atau nafsu sesaat. Hal yang kamu perlu lakukan adalah jangan langsung menjawab "Iya" tapi, pulanglah dulu kerumah atau ketempat teman atau ketempat sepi untuk memikirkan jawaban yang tepat. Nah, disini nih tugas aku buat ngingetin kamu hal-hal yang sering kamu lupain saat kamu mau menerima cinta seseorang, semoga bisa buat bahan pertimbangan ya.

1. Situasi

Meskipun menerima cinta seseorang itu kelihatanya remeh-temeh tapi, nyatanya kalau situasinya enggak tepat hal itu malah akan membuat semua jadi berantakan dan memusingkan. Situasi yang sebaiknya dihindari untuk menerima cinta seseorang adalah yang pertama situasi saat sedang ujian, ujian apapun itu Ujian Tengah Semester, Ujian Semester, Ujian Akhir Nasional, atau Ujian Kehidupan; kalau-kalau kamu atau kluargamu sedang ditimpa musibah. Soalnya dimasa-masa kayak begini kamu mesti kudu harus fokus untuk menyelesaikan ujian kamu dulu sampe toentas-tas-tas karena ini menyangkut hajat hidup masa depan kamu! perkara dia sabar nunggu atau enggak itu urusan dia dong *cuek*, kalau mau sabar ya syukur kalau enggak ya udah besok-besok juga ada lagi yang dateng *guekancantiekssejagat*. Berpikirlah begitu biar hati dan pikiran nggak gemrungsung atau kecewa berlebihan. 

2. Restu Mama-Papa

Ini nggak kalah penting, jangan sampe kamu mejalani hubungan tanpa restu. meskipun ini cuma sekedar hubungan pacar-pacaran atau malah bahkan cuma cinta menyot *eh! soalnya kalau nggak ada restu bisa repot sendiri, mau pergi jalan; ngumpet, mau ketemuan; ngumpet, mau ngerayain anniversary; ngumpet *yaelah, kolong meja sempit kalau ngumpet berdua* hal yang harus kamu lakuin adalah currhat ke mama, mamah, mamak, mamake, ibu, bunda alias biyunge kalau ada seseorang yang mau ngajakin pacaran dan minta ijin. Kalau diijinin ya silahkan diterima tapi, kalau nggak diijinin mending ntaran aja cari yang lain yang mamake restu ridho rhoma irama :D. Soalnya kan katanya, ridho Tuhan ada pada ridho orang tua *hiak! ya bagaimanapun juga merekalah yang berhak atas kamu, kan mereka yang udah ngelairin, udah ngurusin, udah ngebiayain, udah ngedoain kamu siang malem, udah mestinya, dong, kamu sebagai anak ngikutin apa nasehat mereka selai baik. lagian nie ya, kalau ada apa-apa ditengah jalan yang repot siapa? yang bakal nolongin siapa? yang bakal keluar duit siapa? ya mereka juga; orangtuamu bukan pacarmu atau malah calon mertuamu yang masih sangat calon. :P

3. Tujuan Menerima Cinta 

Nah, ini nih! ini soal tujuan kamu nerima cinta dia buat apa? buat sekedar pacaran yang tanpa tujuan, visi, misi yang jelas? atau cuma buat temen main, temen belajar, temen makan, temen curhat, dan temen deket ajach atau, memang mau kejenjang yang lebih serius kaya tunangan dan pernikahan. Aku ngerti nggak ada dong orang yang menjalin hubungan tapi kepengin putus ditengah jalan? maksudnya gini, kalau memang mau serius dan kejenjang penikahan itu syaratnya adalah kamu dan dia memang mau menikah di waktu dekat seperti dalam jangka wajtu satu sampe tiga tahun kedepan, bukan enggak tau mau nikahnya kapan; entaran mungkin lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi *nyicil apartemen lunas kali* atau, mungkin nanti kalau enggak dapet yang lain lagi.

Ya sekedar saran si, kalau memang belum ada niatan buat kejenjang menikah mending entaran aja deh, soalnya nih sesuatu yang dijalankan tanpa visi-misi dan tujuan yang jelas itu hanya akan membuang waktu saja, ya kalau cuma membuang waktu, kalau membuang duit juga, membuang perasaan sehingga sia-sia *gue udah pernah gaes ngerasain jangan ampe kamu juga, hiks!*, dan amit-amit nih ya membuang kehormatan *ini yang bahaya!

Intinya kalau ada seorang pangeran kodok atau putri rapunjel sekalipun yang menwarkan cintaya padamu untuk menjawabnya kamu harus berpikir terlebih dulu ya, jangan asal bilang "Iya" "yang penting jalanin dulu" *nerima cinta kok coba-coba* bisa sakit hati! :D 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Kebaikan tak Melulu di balas Dengan Kebaikan yang Sama

Suatu sore ketika suami saya sedang menunggu teman, ia menggerutu bertanya, kenapa saya harus selalu menunggu, padahal saya selalu datang tepat waktu ketika punya janji, Ah! Menyebalkan! Gerutu yang pendek tapi, akan saya coba beri penerangan biar ia tidak terus-terusan tenggelam dalam pertanyaan yang sama setiap kali menunggu! Perlu kamu ketahui, Mas. mungkin, suatu kebaikan itu tidak selalu dibalas dengan kebaikan yang sama. Tuhan membalas kebaikan dengan kebaikan yang memang kita butuhkan, jangan-jangan kamu mendapatkan aku sebagai istrimu itu merupakan kebaikanmu menunggu teman selama ini. "Maksudnya?" Suami saya belum nyambung sama bahasan saya. Begitu saja kamu nggak mengerti! Begini, misal kamu membantu nenek-nenek membawakan bakul yang berat, besoknya dijalan kamu membawa belanjaan banyak lalu dompetmu hilang, kira-kira mana yang lebih kamu butuhkan? orang yg membantu membawakan belanjaanmu atau orang yang menemukan dan mengembalikan dompetmu? Sudah tak perlu d...

Perusahaan Future Penipu? ; Pengalamanku di Perusahaan Future

Ini pengalamanku bekerja di salah satu perusahaan future/pialang berjangka.  Minggu lalu, aku baru aja dapet panggilan interview dan kemarin aku udah mulai training di pt. Cent*al Cap*ta* Future (maap aku sensor takutnya bermasalah). Sebenernya sebelumnya aku udah searching ttg perusahaan tersebut,  dan hasilnya mayoritas mereka bilang perusahaan ini penipu. Oiya sebelumnya perusahaan future/pialang berjangka ini ada perusahaan yang menawarkan jasa ekonomi non bank,  seperti investasi atau saham. Awalnya aku melamar di bagian admin tapi aku dipindah ke PO (Portofolio officer) yang tugasnya adalah mengelola uang nasabah pakai forex atau kami disebut trader, jadi untung ruginya investor itu ada ditangan trader. Hari pertama aku training aku cemas sekaligus ingin tahu apa benar perusahaan ini penipu atau bukan. Training dari jam 9.30-15.00 dengan materi pengenalan aplikasi forex dan pengenalan ttg perusahaan. Hari pertama aku nggak mencium adanya penipuan, aku pun nggak d...

Cermin - Maneqin Dalam Toples

"Aku mau dia, ibu!" Kataku memaksa. Wanita dihadapanku yang kelihatan sepuluh tahun lebih muda diusia senjanya itu terenyak, menyandera bola mataku kuat-kuat. "Tidak." Katanya tegas. "Sudah ibu siapkan jodoh untukmu." "Kenapa? Bukankah katamu, seorang ibu akan bahagia jika mendapati anaknya bahagia juga? Berarti ibu bohong kepadaku, pembohong." Bentakku. "Alina!" Panggilan ibu menahanku yang hendak pergi dengan lelaki yang ku perjuangkan hidup mati di wajahnya. "Tidak akan pernah ada seorang ibu yg bahagia jika melihat anak semata wayangnya mencintai lelaki mainan seperti itu." Senyap. Hanya ada suara nafasku yang berkejaran. Semakin erat aku menggenggam lelaki yang kusebut-sebut kekasih. Pelan-pelan aku beranikan diri mencari perlindungan dari air mukanya. Namun, tetap saja dia hanya berdiri tanpa gerak, di dalam toples